Selasa, 05 September 2017

Jatim Kebanjiran Buah Asal Tiongkok


Jatim Kebanjiran Buah Asal Tiongkok,DPRD Jatim Keluarkan Warning


KORANJATIM.COM, Surabaya: Maraknya buah Tiongkok yang membanjiri Jatim mengundang keprihatinan Komisi B DPRD Jatim. Pasalnya, upaya gubernur Jatim dengan membuat larangan masuknya produk holtikultura  dengan menerbitkan pergub Nomor 22 tahun 2012 tentang pengendalian produk dan pemberdayaan usaha Hortikultura akan sia-sia.


”Kami mempertanyakan komitmen pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk pengendalian hortikultura  untuk menegakkanm  pergub tersebut kenapa hal tersebut bisa masuk ke Jatim,”ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (5/9).


Politisi asal Partai Golkar ini mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera memanggil leading sektor untuk pengendalian buah Tiongkok yang masuk ke Jatim.”Kami akan minta penjelasan kepada mereka dan akan kami cek kecukupan akan kebutuhan buah-buahan di Jatim,”lanjutnya.


Diungkapkan juga oleh Mohammad Alimin, pihaknya berharap jangan sampai buah-buahan lokal asli Jatim kalah dengan buah Tiongkok yang masuk di Jatim.”Harus ada perlindungan dari Pemprov jangan sampai buah lokal asal Jatim jadi bulan-bulanan dan kalah bersaing dengan buah import,”jelasnya.


Sekedar diketahui, lemahnya pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, membuat Jatim kebanjiran buah import, terutama asal Tiongkok. Rata-rata buah import yang masuk ke Jatim asal Tiongkok tersebut antara lain Jeruk Mandarin dengan nilai 22,9 juta dollar AS, apel dengan nilai 11,1 juta dolar AS,Pir dengan nilai 14,1 juta dolar AS, jeruk dengan nilai 575 ribu dollar AS dan anggur senilai 515 ribu dolar AS. (Yudhie)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

About