Jumat, 23 Februari 2018

Polemik garam import di jawa timur

KORANJATIM.COM  :
Rugikan Petani Garam, DPRD Jatim Minta Kemendag Hentikan Import Garam

Surabaya: Perlawanan DPRD Jatim untuk menolak kedatangan garam import ke Jatim terus bergulir. Komisi B DPRD Jatim mendesak pemerintah dalam hal ini Kemendag untuk menstop atau setidaknya menunda terlebih dahulu garam import.

“Kami minta dihentikan terlebih dahulu karena akan merusak garam lokal di Jatim,”ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin saat ditemui dikantornya,senin (5/2).

Mohammad Alimin mengatakan salah satu alasan agar dihentikan garam import ini adalah untuk melindungi garam lokal atas serbuan garam import tersebut.” Utamakan garam milik petani daripada garam import,”lanjut pria asal Tulungagung ini.

Dijelaskan oleh politisi asal Partai Golkar ini, tak hanya itu pihaknya berharap agar Kemendag menunjuk importir yang berpengalaman dan terlebih tak berbenturan dengan aturan yang ada. “ Contohnya PT Mitra Tunggal Swakarsa yang belum berpengalaman dalam mengimport garam.  Tak hanya itu apa yang dilakukan perusahaan tersebut juga bertentangan dengan Permen KP No 63/2016 yang mensyaratkan perusahaan importir harus mampu menyerap garam lokal setidaknya maksimal sesuai dengan garam import yang didatangkan,”terangnya.

Sebelumnya, Komisi B DPRD Jatim bersama Aliansi Petani Garam Madura dua hari lalu berhasil menemukan bongkar muat 26 ribu ton garam import di pelabuhan tanjung Perak Surabaya. Dari manives yang ada diketahui bahwa garam import tersebut berasal dari Australia dengan pengirim SHARK BAY SALT PTY LTD dengan pengorder PT Mitra Tunggal Swakarsa dengan tujuan Dusun Ambat Kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan Jatim. (Three).
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

About