Minggu, 09 September 2018

DPRD Jatim Dukung Pemerintah Tunda Kenaikan BBM

Koranjatim.com : DPRD Jatim mendukung langkah pemerintah yang menunda kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pasca-melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS. 

Anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap pemerintah yang menunda kenaikan BBM .

"Saat ini sangat tidak pas untuk menaikkan BBM ditengah melemahnya nilai rupiah terhadap dollar AS," ungkapnya di Surabaya, Kamis (6/9).

Politisi asal Tulungagung ini menambahkan kenaikan BBM bukanlah sebuah solusi bagi upaya antisipasi kenaikan nilai dollar tersebut.

"Sebaiknya pemerintah berinovasi dengan membuat kebijakan lainnya. Jangan menaikkan BBM karena dengan menaikkan BBM, perekonomian khususnya di Jatim akan terpuruk," jelasnya.

Politisi asal Golkar ini mengungkapkan penerimaan negara di subsektor minyak dan gas bumi (migas) menunjukkan capaian angka positif pada semester I 2018, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

"Lebih baik membuat kebijakan lainnya, jangan menaikkan BBM," cetusnya.

Diketahui, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan bahwa sampai semester pertama tahun ini, penerimaan negara lebih baik dari periode yang sama tahun lalu. 

"Penerimaan negara di subsektor Migas pada semester I/2018 lebih baik, bahkan lebih besar sekitar US$1,89 miliar dibandingkan semester pertama tahun lalu. Bahkan, setelah dikurangi tambahan subsidi solar tahun ini, angkanya masih positif," kata Jonan.

Dengan adanya faktor tersebut, Jonan pun menganggap pemerintah tidak merencanakan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. "Pemerintah tidak merencanakan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat," tegasnya. (wahyu/bus)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

About